SoulinArt Photography

1 Komposisi Foreground
"Fotonya bagus.. pake kamera mahal ya?.. pake photoshop ya?" Mungkin pertanyaan-pertanyaan seperti ini banyak kita terima saat belajar berfotografi. Padahal untuk orang-orang yang sepakat fotografi itu seni, kamera, photoshop, teknik olah digital hanya sebatas alat menyajikan. Ibaratnya masakan kesemua itu hanyalah wajan, piring saji, dan sendok garpu semata. fotografi tidak sebatas alat semata, lebih dari itu fotografi tentang ide kreatif, ekspresi pesan yang ingin disampaikan. Nah, bagaimana mewujudkan kreatifitas dan pesan dalam visual dua dimensi salah satunya dengan menata komposisi dalam sebuah foto. Sesi belajar fotografi ini saya mencoba membagi referensi pemahaman komposisi. Sengaja saya menerapkannya pada satu objek yang sama agar semakin terlihat dampak dari setiap perbedaan komposisi.
Sekilas tentang objek foto, di foto ini adalah pulau Sahi yang terletak di Natuna. Konon katanya merupakan tempat persembunyian bajak laut alias lanun. Celah-celah pulau karang ini membentuk gua dan menjadi sarang lanun. Tempat ini mungkin tempat paling sering saya datangi dan menjadi objek foto selama di Natuna. Ada "sesuatu" yang membuat pulau ini paling menarik buat saya. Foto-foto berikut tidak diambil di hari yang sama. Dari beberapa kali ke tempat ini saya mengoleksi ratusan foto dengan beragam komposisi yang saya coba. Untuk itu saya rasa baik sebagai contoh untuk belajar komposisi.
2 Komposisi 1/3
2 Komposisi 1/3 Pattern
Komposisi 1/3 atau Rule of Third
Salah satu yang paling basic mungkin, komposisi foto tujuannya untuk memberikan efek dimensi atau agar ada "ruang" yang terasa di dalam foto. Komposisi rule of third ini membagi foto menjadi tiga baris dan tiga kolom dengan garis-garis imajiner. Tujuan pembagian ini untuk mengatur dimana menempatkan garis horison, ruang kosong, dan objek utama sehingga memandu mata untuk menjelajahi dan merasakan keberadaannya. Dengan menerapkan komposisi ini akan ada sejumlah pilihan untuk menempatkan horison, pada sepertiga atas atau sepertiga bawah. Foto 1 : dengan horison di bawah dan banyak ruang kosong di sisi langit (atas) objek pulau menjadi tampak menyendiri dengan kesan agak kosong. Foto 2 : dengan horison di sepertiga atas dan sedikit ruang kosong di sisi kanan serta banyak space di bawah. dengan komposisi ini saya dapat menempatkan pattern yang menarik dari pasir dan memberi kesan jauh dari pulau tersebut. Seperti sebuah rute perjalanan ke pulau tersebut.
3 Elemen dalam komposisi
Elemen dalam Komposisi
Objek utama, garis horison, foreground, background, dan elemen lain dapat menjadi cerita yang utuh jika ditata dengan baik. Untuk mengambil foto ini saya berjalan memutari pulau mencari komunikasi yang baik antar setiap elemen dan jadilah foto ini. Dengan efek distorsi lensa wide FG tanaman laut seperti membentuk dimensi dari besar ke kecil di kejauhan. Filter CPL membantu saya menangkap refleksi mirroring pulau ke air. Dan saya menempatkan objek di sisi kanan dan mendapati serat-serat awan yang seolah bergerak ke arah pulau. Tambahan sedikit kesabaran memberikan saya kesempatan mengambil foto pulau ini saat seorang nelayan tepat berada disampingnya. Scale effect, ukuran tubuh manusia yang ada disamping objek ini dapat memberikan deskripsi dalam pikiran seberapa besar ukuran pulau ini. Pasti akan menjadi lain ceritanya jika saya menempatkan objek dengan BG langit biru saja, atau tanpa refleksi, atau tanpa nelayan yang berdiri dan atau-atau lainnya.

Foreground dalam komposisi
Temukan sesuatu yang menarik dalam foreground. FG dapat menjadi balancing atau symbiotic dengan point of interest (objek utama). Bahkan FG dapat menjadi POI itu sendiri. Ada banyak elemen yang dapat dijadikan FG yang menarik, bisa jadi batu, tanaman, selembar daun, pattern, orang, atau apapun. Pilihan FG akan menentukan cerita keseluruhan sebuah foto. FG tertentu akan menjadi scale effect atau leading the eye atau symbiotic dengan POI. Menatanya dalam komposisi yang akan menentukan seperti apa rupanya. Salah satu keunikan pulau Sahi ini pantai disekitarnya dikelilingi oleh bintang laut. Di foto pertama Saya menjadikan jejeran bintang laut dengan formasi menarik ini sebagai FG. Bintang laut ini tertutup air laut dangkal yang jernih, dengan posisi cahaya dari samping kejernihannya perlahan hilang berganti riak kecil ombak ke arah pulau. Saya ingin menangkap harmoni di ekosistem ini.   
4 Komposisi Leading Line
Leading Line dalam Komposisi
Sudah dibahas sekilas sebelumnya, bagi mata manusia tidak menarik jika mata langsung menuju ke POI karena mata senang menjelajah. Ide komposisi ini memanfaatkan sifat alami mata manusia tersebut. Dengan memberi alur bagi mata untuk menelusuri elemen-elemen foto sampai kepada POI. Leading line lazimnya digunakan untuk foto landscape urban, perkotaan, atau nightscape. Karena banyak elemen buatan manusia yang berbentuk simetris atau line (jalan, trotoar, garis rambu, dll). Tapi di foto nomor 4 ini saya tertarik memanfaatkan line alami, garis pantai. Melihat dengan seksama buih tipis air laut saat menyentuh pantai membentuk pola garis yang indah. Saya harus mundur jauh dari tempat bintang laut tadi mencari cekungan pantai yang unik agar pola line ini menarik dan menyatu dengan objek pulau Sahi. Baik komposisi dengan foreground atau leading line ini, orientasi (format landscape atau portrait) bisa sangat mempengaruhi hasil. Kebetulan di foto ini saya memilih menggunakan format portrait agar line pantai tampak lebih panjang.
5 Komposisi Framming
Framming / Membingkai POI
Dalam portrait atau human interest komposisi ini sangat populer. Dalam foto landscape kita bisa memanfaatkan elemen-elemen selain POI seperti celah batu, pepohonan, sela-sela ranting atau daun untuk membingkai objek. Penataan yang baik elemen framming dengan objek akan membangun symbiotic dengan POI dan harmonisasi yang indah. Dalam foto ke 6 yang menjadi elemen framming saya adalah cerucuk perangkap ikan nelayan. Foto ini dari sisi berlawanan pulau tempat saya mengambil foto-foto sebelumnya. Tak jauh dari pulau ada kehidupan nelayan disana. Satu hal yang penting terlalu banyak elemen dalam foto framming akan membuat distract dan membingungkan untuk dinikmati. Saya beruntung mendapatkan langit yang bersih dan cahaya matahari sore yang warm di puncak pulau.
6 Komposisi Ekstrem / Breaking the rule
Breaking the Rule
You must understand the rule to breaking the rule.. Sisi enaknya fotografi bukan pelajaran matematika yang harus pas atau kuliah hukum yang harus taat aturan. Ini hal bebas merdeka untuk berkreatifitas. Sebelum orang lain menikmati kita sendiri harus puas dan menikmati objek foto kita sendiri. So forget the rule.. and just do what you want to do!! Di foto terakhir saya tidak membagi 1/3 bagian, horison saya tempatkan tepat ditengah dan membiarkan sebagian kamera terendam dalam laut. Meskipun kadang akan membosankan menempatkan Objek tepat ditengah, tapi justru saya tertarik membuatnya tampak simetris. Karena aneh itu unik tidak masalah sesekali menampilkan yang aneh.. saran saya hati-hati kalau ingin mencoba trik ini camera safety first.

Semoga bermanfaat, SALAM.






4 Responses so far.

  1. Basyarah says:

    sangat informatif, fotonya indah dan inspiratif. thanks

  2. Bagus, Bang! :D Makasih ya info & tutorialnya. Jadi semakin tertarik buat belajar fotografi. Nanti kalo sudah punya kamera DSLR bakal saya praktikkan. :3

  3. Sama-sama.. silakan kasi masukan or request apa yang ingin dibahas..

    semoga manfaat

Leave a Reply